Hari Santri Nasional 2018

TASIKMALAYA (18/10/2018) – Hari Santri Nasional tahun ini bakal diselenggarakan di Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat. Pengurus Besar Nahdatul Ulama menjadi penyelenggara puncak peringatan pada 22 Oktober 2018.

“Tahun lalu puncak acara di Tugu Proklamasi dan Tugu Monas tapi tahun ini ada kemungkinan di Jawa Barat, terutama di daerah selatan. Mungkin Tasikmalaya dan Garut,” ujar Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini saat konferensi pers di Kantor PBN jakarta Pusat.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini merupakan keempat kalinya digelar sejak pertama kalinya diperingati secara resmi pada 22 Oktober 2014.

“Hari santri merupakan hari di mana kita mengenang peristiwa bersejarah yang kita kenal dengan resolusi jihad,” .

Ketua PBNU Marsudi Suhud ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana hari santri 2018. Dia menjelaskan berbagai rangkaian acara akan dilaksanakan sebelum tanggal 22 Oktober. Rangkaian acara akan dilaksanakan di sejumlah tempat termasuk di Jakarta.

“Rangkaian ini rangkaian panjang ada kegiatan Istighosah Akbar, pembacaan 1 milyar sholawat nariyah yang serentak. Apel hari santri tanggal 22 nya, bisa di Jakarta di Monas, tapi wilayah lain ada yang menginginkan juga. Untuk itu masih dikoordinasikan,” ucapnya.

Pada hari santri tahun ini juga diramaikan dengan berbagai acara kreatif. Seperti lomba kreativitas santri, jalan keluarga sakinah, dan penghargaan santripreuneur.

“Kita adakan santripreuneur award, untuk start up – start up keluarga santri. Kita bangga kalangan santri sudah menjadi pengusaha,” jelas Marsudi.

Pandu Desa Hastawangi merasa bangga karena dalam Kegiatan Lomba Menanak Nasi Liwet Menggunakan Kastrol, yang mendapatkan gelar Juara I (pertama) perlombaan menanak nasi liwet menggunakan kastrol adalah Desa Jayaratu Kecamatan Sariwangi. Perlombaan tersebut dilaksanakan dalam memperingati Hari Santri Nasional yang ke-3 (ketiga) Tahun 2018. Tanggal 22 Oktober adalah ditetapkannya sebagai Hari Santri Nasional, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya memeriahkannya sejak tanggal 18 Oktober 2018 dan acara puncaknya tanggal 22 Oktober 2018.

Agus Koharudin, salah satu Pandu Desa Hastawangi Kecamatan Sariwangi

Di temui di basecamp Pandu Desa Hastawangi Jl. CIbatu – Jayaputra Sariwangi Tasikmalaya salah satu Pandu Desa Hastawangi Kecamatan Sariwangi, Agus Koharudin mengungkapkan “Kami atas nama Pemerintah Desa Jayaratu Khusunya dan Kecamatan Sariwangi merasa bangga dengan kami menjadi juara apalagi kegiatan tersebut menjadi Rekor MURI, namun yang terpenting dari semua ikut kebersamaan Kita, persatuan Kita, dan silaturahmi Kita di kegiatan tersebut semakin terjaga sebagai Pemersatu Bangsa”.

Dalam kegiatan ini pula terdapat jumlah peserta lomba mencapai 2.413 orang yang mendapatkan Rekor MURI. Dalam lomba menanak nasi liwet menggunakan kastrol ini juga masuk rekor duniakarena jumlah kastrol yang digunakan menanak nasi liwet menembus angka 2.413 buah. Rekor sebelumnya dipegang kabupaten bandung barat dalam kategori rekor menanak nasi liwet dengan jumlah peserta mencapai 2103 buah kastrol.

Semoga dikemudian hari juga semoga ada kegiatan-kegiatan di Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang menyuguhkan tentang Teknologi Informasi Desa, Potensi-potensi Desa, Pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan positip lainnya yang membangun dan sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Selamat Hari Santri Nasional.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan