Monitoring dan Evaluasi Bimbingan Teknis Pengelolaan Sistem Informasi Desa Kategori Pemetaan

JAYAPUTRA , (25/10/2018). Monitoring adalah aktivitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakan yang sedang dilaksanakan. Tujuan monitoring adalah Menemukan kesalahan dari sedini mungkin sehingga mengurangi risiko yang lebih besar dan Melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila hasil dari monitoring mengharuskan untuk modifikasi. Sedangkan evaluasi adalah kegiatan untuk menilai tingkat kinerja suatu kebijakan. Evaluasi baru dapat dilakukan kalau suatu kebijakan sudah berjalan cukup waktu. Tujuan dari evaluasi adalah untuk menentukan relevansi dan pemenuhan tujuan, mengukur tingkat efisiensi, dan mengetahui jika ada penyimpangan.

Secara sederhana Monitoring dan Evaluasi Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa melihat apa yang sedang atau sudah dilakukan setelah Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa. Sedangkan Evaluasi Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa adalah memeriksa apa yang sudah dicapai para Pandu Desa dan apa dampak yang sudah berhasil dibuat oleh Pandu Desa untuk Pemerintahan Desa dan atau untuk Desanya para Pandu Desa itu sendiri. Sehingga apa yang sedang dilakukan dapat terlihat dan terkoreksi jika ada suatu kesalahan.

Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa yang dilaksanakan di Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya pada 24 sampai dengan 29 September lalu, Pandu Desa Hastawangi Kecamatan Sariwangi mendapat pembelajaran dan pelatihan tentang Internet Sehat, Jurnalisme Desa, Website Desa dan Pemetaan. Pemahaman tentang materi-materi tersebut sungguh tidak mungkin dapat tersimpan semuanya dalam memori otak dengan waktu sesingkat itu. Tim BP2DK pun mengambil inisiatif untuk melakukan monitoring dan evaluasi untuk para pandu yang mengikuti pelatihan tersebut.

Pandu Desa Hastawangi serta Tim monitoring dan evaluasi dari BP2DK. Kang Uje dan Kang Sonu

Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2018, Kecamatan Sariwangi yang terdiri dari 8 (delapan) Desa diwakili oleh Pandu Desa yang bernama Desa Hastawangi mendapat kunjungan monitoring dan evaluasi dari Tim BP2DKKang Uje dan Kang Sonu diberi kesempatan BP2DK untuk melakukan monitoring dan evaluasi tentang pemetaan untuk Pandu Desa Hastawangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruko BUMDes Desa Jayaratu juga sebagai base-camp Pandu Desa Hastawangi yang beralamat di Kp. Cibatu Desa Jayaputra Kecamatan Sariwangi sebagai tempat monitoring digitasi dan penambahan materi pemetaan dan digitasi sebagai evaluasi-nya.

Selain kegiatan yang dilakukan di dalam ruangan, Pandu Desa juga melaksanakan kegiatan diluar ruangan pula. Kegiatan tersebut adalah menentukan titik koordinat batas Desa dan fasilitas umum dengan menggunakan GPS (Global Positioning System). GPS sendiri berfungsi sebagai sistem teknologi yang membantu menentukan posisi tempat keberadaan diri kita. Desa yang dijadikan percontohan untuk penentuan titik koordinat yang menggunakan GPS adalah Desa Jayaputra. Walau ger

imis melanda, kegiatan penentuan titik koordinat batas Desa dan Fasilitas umum tetap dilaksanakan Pandu Desa Hastawangi. Titik koordinat yang pertama ditempuh adalah Kantor Kepala Desa Jayaputra dan dilanjutkan ke titik koordinat Batas Desa Jayaputra dan Desa Linggasirna. Titik koordinat selanjutnya batas Desa Sariwangi dan Desa Jayaputra, masjid di Kampung Cibatu, batas Desa Jayaputra dan Desa Jayaratu, Batas Desa Sirnasari dan Desa Jayaputra, Batas Desa Jayaputra dan Desa Sukamulih, dan selebihnya menentukan titik koordinat untuk fasilitas Umum seperti Masjid, Madrasah, Sekolah, Kantor Pelayanan Umum, Kantor Pemerintahan dan lain sebagainya.

Kegiatan diluar ruangan tersebut memang terasa tidak sempurna, karena proses penentuan titik koordinat tidak seluruhnya dapat ditempuh. Kendala yang dihadapi karena tidak memiliki peralatan pendukung berupa GPS untuk menentukan titik koordinat seluruh wilayah Desa.

Walaupun menghadapi kendala tersebut Pandu Desa mengambil hikmah positifnya karena nanti di kemudian hari sudah memiliki GPS sendiri tanpa perlu bantuan mentor untuk mengoperasikan dan mengaplikasikan-nya. Semoga kemudian hari Pemerintahan Desa mampu memfasilitasi para Pandu Desa khususnya GPS dan akses Internet, untuk memudahkan kinerja Pandu Desa sebagai upaya membantu kemajuan Desa, pengadministrasian Desa yang lebih mobile, pelaporan sistem online dan promosi Desa guna membantu mengembangkan potensi Desa serta kesejahteraan masyarakat Desa.

Kegiatan selanjutnya adalah proses digitasi yang dilaksanakan di base-camp Pandu Desa Hastawangi. Digitasi adalah proses mengkonversi obyek geografis dari data peta raster ke vector. Artinya setelah mendapatkan titik koordinat lalu data dipindahkan ke laptop untuk di konversi oleh aplikasi pemetaan. Dalam proses digitasi tersebut memerlukan beberapa aplikasi demi menyempurnakan hasil dari proses pembuatan peta desa.

Proses digitasi ini memerlukan ketelitian, keuletan dan kesabaran untuk memperoleh hasil pemetaan yang sempurna. Proses digitasi ini memang tidak mudah, tetapi dengan belajar yang sungguh-sungguh dan latihan yang ulet proses tersebut akan dapat diatasi dengan mudah dan menghasilkan pemetaan yang sesuai dengan kondisi real di lapangan. Kesempurnaan dalam pemetaan dapat memberikan imbas positip demi kemajuan Desa dimana para Pandu Desa tinggal.Kesimpulannya setelah mendapat monitoring dan evaluasi, Pandu Desa harus tetap belajar dan berlatih. Sesungguhnya Peta Desa yang dihasilkan dapat membatu dalam pemetaan pembangunan, kesejahteraan sosial, luas wilayah, dan lain sebagainya.demi kemajuan Desa-nya itu sendiri. Merdesa

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan