Peningkatan Kualitas Membaca Al-Qur’an melalui Metode Takmili 3 in 1


JAYAPUTRA (06/11/2018) Menurut Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, bacaan semacam ini dianjurkan betul bagi para pelajar Al-Quran, utamanya di tingkat pemula. Tujuannya supaya bacaan orang tersebut tidak melewati batas yang dapat mencederai bacaan Al-Quran sendiri saat kelak sudah lebih lanyah, lancar membaca Al-Quran.

Kedua, cara membaca yang disebut hadr. Cara ini mempercepat bacaan dengan memperpendek bacaan-bacaan mad, tetapi tetap dengan memperhatikan tanda baca untuk menepati tatabahasa Arab dan memantapkan lafalnya. Cara yang paling sering diamalkan juga adalah mengurangi ghunnah, atau mengurangi panjang bacaan mad. Yang jelas, bacaan ini tidak mencapai cara membaca Al-Quran yang sempurna sebagaimana tahqiq.

Ketiga adalah metode tadwir. Cara ini merupakan pertengahan antara cara tahqiq yang begitu pelan dan mantap dan hadr yang begitu ringkas dan cepat. Untuk metode tadwir ini, hal yang terpenting adalah bacaan-bacaan mad yang tidak dipenuhkan, seperti pada mad ja’iz munfashil, tidak sampai panjang enam ketukan. Tidak terlalu pelan, tetapi juga tidak disempurnakan betul.

Hal yang terpenting dari ketiga bacaan itu, adalah pentingnya memahami tajwid dan pemberhentian baca Al-Quran (waqaf). Tentu di sekitar kita, baik saat tadarusan, atau khataman Al-Quran, ada yang membaca Al-Quran dengan cepat, atau pelan-pelan. Sebaiknya bacaan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan target yang ingin dicapai. Semisal pada even khataman, tentu para hafizh Al-Quran memiliki cara membaca sendiri untuk mengkhatamkan lebih cepat.

Selain Kegiatan Pembangunan Infrastruktur serta Kegiatan Bidang lainnya, di Wilayah Pemerintahan Desa Jayaputra juga terus dikembangkan Kualitas Pendidikan Keagamaan dalam hal ini Lembaga TKQ/TPQ yang berada di bawah naungan IPTKQ YPM-NU.
Adapun pengembangan Pendidikan di Lembaga tersebut adalah Proses Perbaikan Belajar Membaca Al-Qur’an melalui Metode Takmili 3 in 1.
“Metode ini Alhamdulillah dapat dirasakan perubahannya terhadap anak didik, karena memang Metode ini dinamai Takmili artinya Penyempurna yaitu Penyempurna Metode-Metode yang ada sebelumnya. Lebih jelasnya dinamai Metode Takmili 3 ini 1 adalah Tiga dalam 1 :
1. Tilawah : Cepat, Terukur, Diayun, Datar
2. Tahfidz
3. Tulis : menulis apa yang telah di uji
Sehingga diharapkan dengan adanya Metode ini, penduduk Desa Jayaputra kedepannya bida menjadi Generasi Qur’ani yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan Kaidahnya sesuai dengan Visi Desa Jayaputra yaitu JAYAPUTRA YANG RELIGIUS, SEHAT, CERDAS DAN SEJAHTERA DI TAHUN 2019” tutur Andriyana Abadi selaku Sekretaris IPTKQ YPM-NU Kecamatan Sariwangi yang juga merupakan Perangkat Desa Jayaputra
Metode Takmili 3 in 1 ini diciptakan oleh Bapak H. Mustofa, Lc, M.Fil.I

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan