Pemerintahan Desa Se Kec-Sariwangi Mengikuti Focus Grup Discussion (FGD) Pembuatan Peta Desa Wilayah Utara Kabupaten Tasikmalaya

Repost From Sariwangi, (19/11/2018). Pada hari Rabu tanggal 14 November 2018, puluhan Kendaraan Dinas Operasional Desa se- Kabupaten Tasikmalaya terparkir di Halaman Gedung Serba Guna Kenanga Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah. Kehadiran puluhan Kendaraan Dinas Operasional Desa bukan tanpa sebab, karena sesungguhnya pada saat itu akan dilaksanakan kegiatan Diskusi yang diprakarsai oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tasikmalaya. Kendaraan Dinas Operasional Desa tersebut dipergunakan oleh para Kepala Desa se-Kabupaten Tasikmalaya dan beberapa Perangkat Desa yang mewakili para Kepala Desa untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di tempat tersebut.

Untuk Tahun Anggaran (TA) 2018 di tempat tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( BAPPEDA ) Kabupaten Tasikmalaya mengadakan diskusi mengenai pembuatan peta Desa dengan melibatkan tenaga profesional yang kompeten di bidangnya. Diskusi tersebut bernama Focus Grup Discussion (FGD) Pembuatan Peta Desa Wilayah Utara Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik  dan Undang-undang No 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial.

Bapak Lili Subarli, SE.,MM. dari Bidang Tata Ruang dan Infrastruktur Wilayah. (dok : gyamphkanp)

Dalam pembukaan kegiatan diskusi tersebut, Bapak Lili Subarli, SE.,MM. dari Bidang Tata Ruang dan Infrastruktur Wilayah mewakili sambutan Bapak Ir. H. R.M Henry Nugroho, MP. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tasikmalaya yang tidak bisa hadir karena sedang mengikuti rapat di Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat. Dalam isi sambutannya Dia mengukapkan “Dengan adanya Peta Desa, Pemerintah  setempat bisa memberikan informasi secara faktual melalui media peta tersebut, seperti informasi pembangunan, kemiskinan, sumber daya dan lain sebagainya”. Selanjutnya dia juga menambahkan “Tujuan ke depannya untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat  sesuai dengan amanat Undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan media informasi kewilayahan secara faktual”.

BAPPEDA Kabupaten Tasikmalaya membagi 3 (tiga) kelompok wilayah untuk Pembuatan peta Desa. Wilayah tersebut terbagi dalam wilayah Barat, timur dan Utara. Kecamatan Sariwangi yang meliputi 8 (delapan) Desa termasuk dalam kelompok wilayah utara. Tujuan dari FGD tersebut adalah untuk memastikan hasil survei tim pemetaan di lapangan dengan menyesuaikan informasi dan menggali data yang faktual wilayah Desa yang bersumber dari pihak Pemerintahan Desa. Selain itu juga guna penyiapan peralatan peta, pelaksanaan dan penentuan batas wilayah dan fasilitas umum.

Peserta FGD yang diprakarsai oleh BAPPEDA Kabupaten Tasikmalaya. (dok : gyamphkanp)

Dalam kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 16 (enam belas) orang Camat atau perwakilan-nya dan 113 (seratus tiga belas) Kepala Desa atau perwakilan-nya se-Kabupaten Tasikmalaya. Untuk wilayah Kecamatan sariwangi diwakili oleh 9 (Sembilan) orang, 1 (satu) orang perwakilan dari Kecamatan Sariwangi dan 8 (delapan) Orang Kepala Desa atau yang mewakili Kepala Desa se-Kecamatan Sariwangi. Untuk perwakilan dari Kecamatan Sariwangi dihadiri oleh Ibu Een Mulyati, S.IP. mewakili Camat Sariwangi. Sedangkan untuk perwakilan dari Desanya antara lain : Bapak Elit Popo Mustofa Kepala Desa Sirnasari, Bapak Koko Kepala Desa Linggasirna, Ibu Pipih Saripah Sekretaris Desa Jayaputra, Bapak Yayat RuhiatSekretaris Desa Sukamulih, Husaeni, S.Pd.I. Sekretaris Desa Selawangi, Agus Koharudin Sekretaris Desa Jayaratu, Dede Muhamad Mulyadi Operator Desa Sukaharja, dan Guruh Yudha Aprianto, A.Md.T. Kaur Tata Usaha dan Umum Desa Sariwangi (3 (tiga) orang terakhir juga merupakan Pandu Desa Hastawangi Kecamatan Sariwangi).

Dalam diskusi ini dibagi menjadi 8 (delapan) tim dalam satu tim terdiri dari beberapa Kepala Desa atau perwakilan-nya yang wilayah Desa-nya berbatasan, dengan tujuan untuk menentukan batas Desa sebenarnya antara Desa yang berbatasan atau bersinggungan wilayahnya. Perwakilan dari Desa Sariwangi masuk kedalam

Perwakilan dari Kecamatan sariwangi masuk dalam tim 7 (tujuh) dalam kegiatan FGD tersebut. (gyamphkanp)

dengan pesertanya lainnya dari 4 (empat) Kecamatan atau 13 (tiga belas) Desa.  4 (empat) Kecamatan yang mengikuti FGD yang termasuk dalam tim 7 (tujuh) diantaranya dari Kecamatan Cigalontang (Desa CidugaleunParentas dan Sukamanah), Kecamatan Singaparna (Desa Cikunten dan Sukaherang), Kecamatan Mangunreja (Desa Salebu), dan Kecamatan Sariwangi (Desa SariwangiJayaratuJayaputraSukaharjaSukamulihSirnasari, dan Linggasirna). Untuk Desa SelawangiKecamatan Sariwangi masuk tim 6 (enam) bergabung dengan Desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Leuwisari dan Padakembang.

Guruh Yudha Aprianto, A.Md.T. Mewakili Kepala Desa Sariwangi mengikuti kegiatan FGD. (dok : gyamphkanp)

“Untuk Desa Sariwangi diwakili oleh Saya, Karena Pak Muslim (Kepala Desa Sariwangi-Red) ada acara juga disana (Sariwangi-red)” ujar Kaur Tata Usaha dan Umum yang juga merupakan Pandu Desa Sariwangi, Guruh Yudha A. “Kebetulan Saya juga pernah mengikuti Pelatihan dan Bimbingan Teknik waktu di Desa Mandalamekar kemarin dan mempelajari tentang pemetaan juga dan cukup sulit menemukan waktu yang tepat dengan Perangkat Desa  atau Tokoh Masyarakat Desa tetangga untuk mengetahui batas Desa yang sebenarnya. Alhamdulillah adanya FGD ini, Kita jadi bisa menentukan batas Desa dengan tepat dan setelah Peta Desa nanti yang di buat BAPPEDA sudah jadi  bisa bermanfaat buat penggalian Potensi Desa serta yang lainnya” tambahnya. Desa Sariwangi sendiri berbatasan dengan 5 (lima) Desa, 4 (empat) Desa dalam wilayah Kecamatan Sariwangi diantaranya Desa Linggasirna, Sukamulih, Jayaputra, dan Selawangi sert 1 (satu) Desa dalam wilayah Kecamatan Leuwisari yakni Desa Linggawangi.

Beberapa bulan sebelumnya, tim ahli dari BAPPEDA sudah mulai menjalankan tuganya dengan menentukan titik koordinat batas desa dan fasilitas umum. Namun untuk lebih tepat dan faktual BAPPEDA melibatkan perwakilan dari Desa untuk membuat Peta Desa yang lebih berkualitas dan faktual. Hal ini diharapkan dapat menampung saran atau masukan dengan keterlibatan aparatur Desa.

Perbaikan Peta Desa hasil survei dengan data faktual dilapangan. (dok : gyamphkanp)

Dengan pembuatan Peta Desa ini kedapannya akan mempermudah Desa-desa memberikan informasi kewilayahan secara faktual. Selain itu Desa juga bisa memberikan transparansi pembangunan melalui log pembangunan dalam Peta Desa tersebut melalui Aplikasi SIDEKA (Sistem Informasi Desa dan Kawasan) yang bisa masyarakat akses melalui website Desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sendiri sangat mengapresiasi dengan adanya program SIDEKA karena sangat sejalan dengan program Gerbang Desa, hal tersebut bisa dibaca di laman web BAPPEDA. Terintegrasi-nya data dan informasi dengan program SIDEKA ini akan menumbuhkan semangat terus berkarya, berinovasi dan berinteraksi dengan dunia luar sehingga bisa meningkatkan kompetensi sumberdaya masyarakat dan aparatur pemerintahan. (gyamphkanp)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan