Penyaluran Bantuan Sosial Pemerintahan Desa dan Warga Desa se-Kecamatan Sariwangi Untuk Korban Bencana Alam di Tasikmalaya Selatan

Penyerahan Bantuan diwakili Camat Kecamatan Sariwangi Bapak Herman Dahlan, S.IP. kepada para Relawan di Posko Kecamatan Culamega. (dok : Angling Tirta)

 Repost from  Sariwangi, (20/11/2018). Bencana alam yang terjadi di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya yang menelan beberapa korban jiwa tersebut meninggalkan duka yang mendalam. Selain korban jiwa juga mengakibatkan kerugian material yang cukup besar, dan butuh proses untuk mengembalikan semua kembali kepada fungsinya. Dampak besar yang sangat terasa adalah di wilayah Kecamatan Culamega dan Kecamatan Cipatujah.

Akibat bencana alam tersebut beberapa warga harus kehilangan tempat tinggal dan tempat mata pencahariannya. Sementara mereka harus tinggal di posko-posko pengungsian sebelum mereka kembali ke tempat asal mereka untuk kembali beraktivitas. Proses perbaikan masih terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah setempat serta bantuan dari para relawan untuk memperbaiki lokasi yang kena dampak tersebut.

Atas bencana yang terjadi di Selatan Tasikmalaya tersebut menggugah hati saudara-saudara kita yang beruntung tidak terkena bencana seperti itu menggalang dana kepedulian untuk mereka. Pemerintah Desa Sariwangi bersama dengan Warga Desa Sariwangi bahu membahu mengumpulkan dana dan barang yang bisa dimanfaatkan oleh korban bencana alam tersebut. Pemerintah Desa lainnya juga yang berada di wilayah Kecamatan Sariwangi sama-sama melakukan penggalangan dana guna meringankan beban warga yang terkena dampak bencana tersebut.

Pemerintahan Desa Sariwangi dan Kader Posyandu mewakili warga Desa Sariwangi menyalurkan bantuan korban bencana alam. (gyamphkanp)

Pada hari Sabtu tanggal 17 November 2018,Pemerintahan Desa Sariwangi yang diwakili Kepala Desa Sariwangi Bapak Muslim, Sekretaris Desa Rostiani, Kaur Tata Usaha dan Umum Guruh Yudha Aprianto, 2 (dua) Kader Posyandu Desa Sariwangi Ibu Nunung dan Ibu Neni, serta perwakilan Ketua RT se-Desa Sariwangi Oman Rustaman bertolak menuju Kecamatan Culamega dan Kecamatan Cipatujah untuk memberikan bantuan kepada para korban. “Dana yang terkumpul dari sumbangan warga Desa Sariwangi tersebut dibelanjakan untuk bahan keperluan sehari-hari para korban bencana alam di Kecamatan Culamega dan Cipatujah ditambah dengan pakain layak pakai sumbangan dari warga” ujar Bapak Muslim Kepala Desa Sariwangi. “Bahan pokok dan barang  yang akan dikirim diantaranya 20 (dua puluh ) dus mie instant, 2 (dua) karung beras, 2 (dua) minyak goring, dan 6 (karung) serta 3 (tiga) Kantung plastik besar pakaian layak pakai” ujarnya sambil ikut membereskan barang-barang untuk para korban.

Dalam kesempatan tersebut bukan hanya pemerintah Desa sariwangi namun seluruh pemerintah Desa yang berada di Kecamatan Sariwangi melakukan penggalangan dana, barang dan bahan kebutuhan pokok untuk para korban. Namun tidak seluruh Pemerintah Desa dari Kecamatan Sariwangi ikut serta mengirimkan bantuan kesana karena ada kesibukan dan kepentingan masing-masing. Pemerintahan Desa Jayaputra mengkoordinir barang dan bahan pokok dari Pemerintahan Desa tersebut yang nantinya saat disalurkan akan mengatasnamakan Kecamatan Sariwangi.

Aparatur Pemerintahan Desa Jayaputra bersiap menuju lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan. (dok – Rizki Restu Fauzi)

Tepat Pukul 08.30 WIB rombongan Kecamatan Sariwangi yang akan menyalurkan bantuan tersebut bertolak menuju Kecamatan Culamega sebagai target pertama penyaluran dan selanjutnya Kecamatan Cipatujah sebagai target penyaluran kedua. Dengan menggunakan 4 (empat) kendaraan Dinas Operasional Desa diantaranya Desa Sariwangi, Jayaputra, Jayaratu dan Selawangi, 2 (dua) Kendaraan Dinas Operasional Kecamatan dan 1 (satu) mobil Pick Up milik Bapak Wawan Setiawan Kepala Desa Jayaputra. Dari ke-4 (keempat) Kendaraan Dinas Operasional Desa tersebut ruang belakangnya dipenuhi barang dan bahan pokok untuk para korban dan selebihnya berada dalam mobil pick up.

Baca juga : Pemerintahan Desa Sariwangi Melaksanakan Penggalangan Dana Untuk Korban Bencana Alam Di Tasikmalaya Selatan

Saat menuju Kecamatan Culamega, rombongan tersebut juga menyaksikan betapa hebat bencana tersebut. Beberapa bahu jalan diantaranya ada yang amblas dan patah, serta terlihat pula sisa longsoran tanah di beberapa hutan dan bukit yang menimpa jalan dan pemukiman. Namun yang sangat menyedihkan terlihat beberapa hutan yang gundul disana akibat eksploitasi.

Setibanya di Posko bantuan bencana alam, selanjutnya rombongan dari Kecamatan Sariwangi menyerahkannya kepada Relawan di posko tersebut untuk didistribusikan kepada para korban. Serah terima bantuan tersebut secara simbolis di berikan oleh Camat Sariwangi Bapak Herman Dahlan, S.IP.kepada para relawan di posko tersebut. Barang-barang yang disalurkan diantaranya Beras, Minyak Goreng, Mie Instant, Obat-obatan, Susu, Pakaian Layak Pakai, dan beberapa barang kebutuhan lainnya.

Bencana Longsor dan Banjir Bandang Menyapu Pemukiman Warga. (dok : http://bojongsari-culamega.sideka.id)

Lokasi yang terkena dampak sangat besar adalah Desa Bojongsari Kecamatan Culamega. Lokasi tersebut berjarak sekitar 2 km (dua kilometer) dari Posko bantuan bencana alam yang berlokasi di Kantor Kecamatan Culamega. Untuk mencapai lokasi tersebut juga hanya bisa diakses dengan kendaraan roda 2 (dua) karena banyaknya jalan yang longsor dan patah sehingga tak mampu di lalui kendaraan roda 4 (empat).

Selanjutnya rombongan dari Kecamatan Sariwangi melanjutkan perjalanannya menuju Kecamatan Cipatujah untuk kembali menyalurkan bantuan. Lokasi Posko untuk bantuan bencana alam berlokasi di KORAMIL Cipatujah. Lokasi yang terkena bencana banjir di Kecamatan Cipatujah adalah daerah yang bersinggungan atau dilalui aliran Sungai Ciandum.

Akibat banjir tersebut juga memutuskan jembatan yang merupakan akses menuju Kabupaten Garut. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena putusnya akses tersebut membuat harga-harga di wilayah tersebut melonjak naik. Untuk mendapatkan kebutuhannya para warga harus berputar lebih jauh dan menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai di pasar atau ke pusat Kecamatan Cipatujah. Untuk kondisi jembatan yang putus tersebut, saat ini sedang diperbaiki oleh Dinas terkait untuk kembali menormalkan kebutuhan masyarakat di seberang jembatan tersebut.

Bencana alam tersebut sesungguhnya dapat dihindari seandainya semua pihak dapat mengeksplorasi bumi kita tercinta ini dan bukan hanya mengeksploitasi saja. Semoga pihak terkait bisa mensosialisasikan untuk mengembalikan hutan kepada fungsi yang sebenarnya dan tetap menjaga ekosistem dengan baik. meri kita bekerja sama membenahi guna kepentingan bersama agar bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti. (gyamphkanp).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan