Pertemuan Ini Adalah Kabar

 Hastawangi, (26/11/2018). Bertempat di Kampung Cibatu Rt. 001 Rw. 002 Desa Jayaputra Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya, tempat yang kerap disebut Basecamp (Sekretariat Pandu Desa se-Kecamatan Sariwangi) Hastawangi ini mengadakan kegiatan rutin pertemuan 2 (dua) mingguan para Pandu Desa Hastawangi dalam setiap bulannya. Kegiatan rutin tersebut biasanya membahas hal-hal yang berkaitan dengan kepanduan dan sistem informasi desa yang menggunakan SIDEKA WEBSITEdan SIDEKA DESKTOP. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Pandu Desa se-Kecamatan Sariwangi serta untuk saling sharing dan saling bantu memecahkan masalah tentang SIDEKA tersebut dengan tujuan utama untuk kepentingan memajukan Desa para Pandu Desa Hastawangi.

Para Pandu Desa membahas tentang KIM (23/11/2018).

Pada hari Jum’at tanggal 23 November 2018 terjadi hal yang unik dan bersejarah terjadi di basecamp Pandu Desa Hastawangi tersebut. Hal tersebut adalah hadirnya para Pandu Desa yang mengikuti Kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknik Pengelolaan Sistem Informasi Desa se-Kabupaten Tasikmalaya yang diikuti oleh Pandu Desa Gelombang V (kelima) bersilaturahmi dengan para Pandu Desa Hastawangi. Pandu Desa yang hadir tersebut berasal dari 4 (empat) Kecamatan yakni Kecamatan Mangunreja (Zenal Arifin Pandu Desa Mangunreja, dan Ujang MuhlisinPandu Desa Salebu), Puspahiang (Abdullah Starsky Pandu Desa LuyubaktiRizalulloh Pandu Desa Pusparahayu, dan Aang Syamsul Pandu Desa Sukasari), Cigalontang (Agus Nandar Pandu Desa Nangerang dan Elit Sandra Pandu Desa Tenjonagara) serta

Kecamatan Sukarame (Haldi Trisnahadi Pandu Desa Sukakarsa).

Para Pandu Desa membahas tentang KIM (23/11/2018). (dok : Rizki R.F.)

Kegiatan rutin 2 (dua) mingguan Pandu Desa Hastawangi ini menjadi lebih berkesan dan berarti  karena kehadiran Pandu Desa dari Kecamatan tersebut diatas, karena kegiatan seperti ini harus sering dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi juga saling berbagi pengetahuan tentang kepanduan juga tentang sistem informasi data. Selain itu dengan bertemunya kembali para Pandu Desa ini menambah point lain selain ilmu adalah tentang visi dan misi Pandu Desa untuk ke-depannya. Manfaat yang didapatkan adalah untuk dimanfaatkan atau diaplikasikan di Desa para Pandu Desa itu sendiri.

Pada pertemuan tersebut diawali dengan sharing ringan tentang kondisi masing-masing desa dengan berbagai kendala-nya. Selanjutnya dilanjutkan dengan saling berbagi solusi penanggulangannya jika memang bisa dilakukan secara personal, namun jika mendapatkan kendala lain yang lebih sulit akan dibahas di pertemuan selanjutnya setelah mendapatkan saran dari pihak terkait untuk membantu memberikan solusi dalam memecahkan masalahnya. Dengan solusi tersebut selanjutnya bisa bermanfaat bagi para Pandu Desa itu sendiri maupun untuk Kemajuan Desa.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas juga tentang tindak lanjut pertemuan para Pandu Desa yang telah dilaksanakan di Aula Kantor Kepala Desa Mangunreja tanggal 21 November lalu. Dalam pertemuan yang lalu tersebut telah dibentuk Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan untuk sementara dikhususkan untuk Pandu Desa yang mengikuti BIMTEK pada Gelombang V (kelima) dengan wacana menjadi general se-kabupaten Tasikmalaya. Dalam Kesempatan yang sama pula dipilih Ketua Forum KIM, Zenal Arifin dari Desa Mangunreja Kecamatan Mangunreja, Sekretaris Agus Nandar dari Desa Nangerang Kecamatan Cigalontang dan Bendahara Guruh Yudha A. dari Desa Sariwangi Kecamatan Sariwangi.

Zenal Arifin (Kedua dari kiri), Ketua Forum KIM (23/11/2018). (DOK : Rizki R.F.)

Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bertujuan untuk memberikan informasi tentang KIM dan mensosialisasikannya, serta selanjutnya mendorong pembentukan KIM di Desa-desa se-Kabupaten Tasikmalaya. Zenal Arifin selaku ketua Forum KIM gelombang V (kelima) mengungkapkan “Kami para Pandu Desa yang mengikuti Pelatihan dan Bimbingan Teknik Pengelolaan Sistem Informasi Desa se-Kabupaten Tasikmalaya sudah membentuk Forum KIM”. “tujuannya adalah dalam rangka tahapan pembentukan KIM di tiap Desa dan untuk mendorong percepatan pembentukan KIM di tiap Desa serta juga sebagai wadah mediasi antar KIM” ujar Ketua Forum yang sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Desa Mangunreja tersebut.

KIM dibentuk untuk menemukan masalah bersama mengenai diskusi anggota kelompok, mengenali cara pemecahan masalah, membuat keputusan bersama, melaksanakan keputusan dengan kerjasama dan mengembangkan jaringan informasi untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan. Sasarannya adalah agar terciptanya pola pembinaan KIM secara terus menerus dalam pengembangan sumber daya manusia, terciptanya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi pembinaan Kim secara terpadu dan berkesinambungan, terciptanya KIM sebagai wahana penggerak partisipasi aktif masyarakat dalam hal penyampaian informasi dan penyalur aspirasi masyarakat.

Dengan adanya KIM akan mempermudah informasi kepada masyarakat sebagai upaya transparansi informasi kepada public. KIM juga yang mengetahui kebutuhan publik dan karakteristik-nya sehingga dapat membantu Pemerintah baik Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam merumuskan kebijakan publik. KIM juga berfungsi sebagai mitra dialog dalam mendukung pelaksanaan semua kebijakan publik dan memonitoring pelaksanaannya.

KIM berkedudukan di tingkat desa dan kelurahan  secara mandiri dan non partisan sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang komunikasi dan informasi. Dilihat dari definisi lain KIM juga bertujuan :

  1. Sebagai mitra pemerintah dalam penyebarluasan, sosialisasi dan desiminasi informasi pembangunan kepada masyarakat ;
  2. Sebagai mediator komunikasi dan informasi pemerintahan dan pembangunan secara timbal balik dan berkesinambungan ;
  3. Sebagai forum media untuk pelayanan komunikasi dan informasi pemerintahan dan pembangunan.

Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah Dalam rangka pemberdayaan KIM, maka patut diperhitungkan: Fungsi Media Untuk KIM, Mengumpulkan informasi, Mengolah (klarifikasi) informasi, dan Menemukan makna dan fungsi informasi. Sebagai saluran informasi bagi KIM untuk menyebarluaskan Informasi menggunakan media  massa dan non media massa yang sesuai. Setelah terbentuknya KIM jelas lah sudah pembelajaran yang didapat selama Pelatihan dan Bimbingan Teknik Pengelolaan Sistem Informasi Desa se-Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan di Desa Mandalamekar dapat dipergunakan atau diaplikasikan serta mensosialisasikan melalui Kelompok Informasi Masyarakat tersebut. (gyamphkanp).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan