Karena Hujan Bukan Alasan Untuk Jadi Pemalas

JAYAPUTRA (29/11/2018) Menurut BMKG Awal Musim Hujan 2018/2019 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Oktober 2018 sebanyak 78 ZOM (22.8%), November 2018 sebanyak 147 ZOM (43.0%), dan Desember 2018 sebanyak 85 ZOM (24.9%). Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Hujan terjadi pada Agustus 2018 sebanyak 12 ZOM (3.5%), September 2018 sebanyak 10 ZOM (2.9%), Maret 2019 sebanyak 5 ZOM (1.5%), April 2019 sebanyak 4 ZOM (1.2%) dan Mei 2019 1 ZOM (0.3%

Sifat Hujan selama Musim Hujan 2018/2019 di sebagian besar daerah yaitu 246 ZOM (71.9%) diprakirakan Normaldan 69 ZOM (20.2%) Bawah Normal. Sedangkan Atas Normal yaitu sebanyak 27 ZOM (7.9%).

Para petani di Kecamatan Sariwangi, Khususnya di Desa Jayaputra, mengaku sangat susah memanen padinya, karena sejak Sebulan terakhir hujan dengan intensitas tinggi terus menerus menguyur daerah kami

Hampir 70 persen petani di daerah Jayaputra memanen padi secara tradisonal. Tidak sedikit padi (gabah) yang telah selesai dipotong dan masih dilahan persawahan belum bisa diangkut untuk proses perontokkan karena masih basah tersiram hujan..

“Menurut kang Herman selaku pemilik sawah, sekarang banyak padi yang sudah dipanen secara tradisonal oleh petani disawah belum bisa diangkut untuk dirontokkan dengan mesin power therser karena masih basah. Sementara hujan terus menerus turun, bagaimana kita jemurnya, dan Kalau tidak kami jual terus, gabahnya dalam waktu singkat tentu akan berubah menjadi kecambah. Jadi, dari pada kami petani rugi besar, mendingan kami jual terus pada pedagang, walaupun dibayar dengan harga murah,” ujarnya.”

Bagi petani di kawasan Jayaputra, Tasikmalaya, bertani memiliki tantangan dan kesukaran tersendiri dibandingkan petani di daerah lainnya. Berada di dataran tinggi, membuat aktivitas bercocok tanam perlu perjuangan ekstra.

Di musim seperti sekarang, hujan dan badai hampir mampir setiap harinya. Namun begitu, menurut Kepala Desa Jayaputra Wawan Sutisna, petani di daerah tersebut menyikapi dengan penuh kesabaran. Begitu hujan reda, petani langsung memanen padinya. Walaupun para petani hanya dapat memanen padi nya dalam waktu 2 hingga 3 jam saya

 Diungkapkannya, Desa Jayaputra yang memiliki lahan sawah hanya seluas -+ 79 ha dengan fasilitas irigasi setengah teknis. Kendati begitu, dalam beberapa hari ke depan akan selalu ada panen padi di Desa ini karena waktu tanam yang tidak serentak.

dari hasil panen Produktivitas kemungkinan  5 ton per hektar, dengan harga gabah Rp 5.600/kg dan beras Rp 10.000/kg. ( Rizki Restu Fauzi )

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan