Masih Mau Buang Sampah Sembarangan ?

JAYAPUTRA (06/12/2018)  – Meski terus-menerus dikumandangkan oleh banyak pihak Seperti Kepala Desa Jayayaputra, Camat Sariwangi dan aparatur desa setempat, tapi tampaknya belum semua lapisan Masyarakat memahami benar bahaya dan dampak buruk kebiasaan membuang sampah sembarangan. Terutama jika sampah itu berbahan dasar plastik dan lantas dibuang begitu saja ke sungai atau wilayah perairan lainnya.

Plastik memang jadi musuh bersama dan terbesar dari banyak upaya untuk menghindarkan lingkungan dari kerusakan. Tapi kehadiran plastik pun di sisi lain mungkin memberikan banyak kemudahan di segala aspek kehidupan masyarakat. Tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia.

Setiap tahun, angka konsumsi plastik di banyak industri terus meningkat. Tahun 2014 saja, tercatat bahwa seluruh penghuni bumi ini mengonsumsi lebih dari 300 juta ton plastik per tahunnya!

Bukan tanpa alasan, karena plastik diklaim mempermudah orang untuk menjalani hidup mereka. Tapi karena materialnya yang tahan lama tapi tidak ramah lingkungan dan ditambah manajemen sampah yang tidak baik, maka kehadiran sampah plastik terus akan mengancam lingkungan, termasuk kawasan perairan dunia.

Masyarakat Desa jayaputra memang belum faham semua tentang bahaya membuang sampah sembarangan dan juga bahaya sampah plastik untuk lingkungan

Tak hanya warga Desa Jayaputra Saja yang sering membuang sampah di lokasi tersebut, banyak juga warga dari desa desa lain yang sengaja membuang nya sambil lewat dikarenakan lokasi ini berada di jalur alternatif menuju Pasar singaparna.

                   Tumpukan sampah  pada tempat  yang tidak semestinya

 

Lalu Sebesar apa jumlah sampah plastik saat ini dan apa dampak negative yang di timbulkan ?

Menurut riset yang dirilis di jurnal Nature Communications, setap tahunnya ada 1,15 hingga 2,41 juta ton sampah plastik yang tergenang di wilayah perairan dunia. Jumlah yang fantastis dan mencengangkan.

Dari riset serupa juga diperoleh fakta bahwa di dunia ini ada 20 sungai yang sebagian besarnya berlokasi di Asia yang terkontaminasi sampah plastik dalam jumlah besar. Bahkan sampah-sampah ini berkontribusi sebanyak 67% dari total produksi sampah plastik dunia.

Dan Berikut beberapa dampak sampah plastik yang bisa ditimbulkan oleh sampah-sampah plastik yang berserakan di lingkungan, antara lain:

  1. Tercemarnya tanah, air tanah, dan juga makhluk hidup bawah tanah.
  2. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan berpotensi untuk membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah, termasuk cacing.
  3. PCB (polychlorinated biphenyl) yang tidak terurai walaupun sudah termakan oleh para hewan dan tumbuhan akan menjadi suatu racun berantai sesuai urutan makanannya. Yang mana, tidak menutup kemungkinan bahwa manusia, termasuk kita sendiri, ada di dalam rantai makanan
  4. Sampah plastik akan mengganggu jalur terserapnya air ke dalam tanah.
  5. Menurukan kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan plastik juga dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk hidup bawah tanah yang berperan dalam proses penyuburan tanah.
  6. Sampah plastik yang susah diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan semakin mempermudah untuk diterbangkan angina sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mencemari lautan dan wilayah-wilayah lainnya secara bergantian.
  7. Hewan-hewan dapat terjebak dalam tumpukan sampah plastic hingga mati.
  8. Hewan-hewan laut, seperti lumba-lumba, penyu, dan anjing laut menganggap sampah atau kantong plastik sebagai makanannya sehingga mereka akhirnya bisa mati hanya gara-gara memakannya dan tidak mampu mencernanya.
  9. Ketika hewan-hewan yang menelan sampah atau kantong plastik mati, maka sampah atau kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tersebut tidak akan hancur dan tetap utuh sehingga akhirnya akan menjadi bangkai yang dapat meracuni hewan lainnya, manusia yang berada di sekitarnya, hingga mencemari lingkungan dengan baunya yang biasanya busuk dan menyengat.
  10. Pembuangan sampah plastik secara sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan alirannya sehingga bukan tidak mungkin akan menyebabkan banjir ketika hujan turun.
  11. Sampah plastik yang dibakar, maka asapnya akan mencemari lingkungan. Yang mana, dalam asap tersebut biasanya terkandung zat dioksin yang apabila dihirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan pada manusia, kanker, pembengkakan hati, dan gangguan sistem syaraf.
  12. Penyumbatan saluran air akibat sampah plastik dapat menjadi tempat perkembangbiakan daur hidup nyamuk dan serangga berbahaya lainnya, seperti nyamuk BDB dan malaria, sehingga menimbulkan penyakit.
  13. Kualitas air di lingkungan akan semakin memburuk karena banyaknya sampah plastik yang mengandung bahan-bahan kimia, seperti styrene trimer, bisphenol A, dan lain sebagainya, di mana pada akhirnya akan meracuni air yang biasanya dijadikan air minum atau mandi dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis Penyakit Ini Dapat Muncul karena Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan

  1. Sampah yang berserakan dan hewan-hewan yang mungkin memanfaatkannya sebagai sarang, dapat menimbulkan berbagai penyakit, misalnya:
  2. Penyakit yang disebabkan oleh parasit
  3. Infeksi cacing adalah salah satu permasalahan yang bisa ditimbulkan akibat kebiasaan buruk membuang sampah tidak pada tempatnya.
  4. Infeksi cacing tambang, risiko terbesar ketika Anda mengalami infeksi ini adalah kehilangan zat besi sehingga dapat menderita anemia. Selain itu Anda mungkin juga menderita kekurangan protein di dalam usus. Pada ibu hamil, infeksi cacing tambang dapat menyebabkan janin dengan pertumbuhan terbelakang, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan bayi lahir prematur.
  5. Infeksi cacing gelang, anak-anak yang terinfeksi cacing gelang Ascaris lumbricoides dapat menghambat pertumbuhan berat badan yang ideal, kesulitan dalam berkonsentrasi, dan malanutrisi.
  6. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri
  7. Infeksi bakteri dapat menyebabkan setidaknya tiga penyakit utama yang perlu diwaspadai, yaitu tetanus, salmonellosis, dan shigellosis.
  8. Tetanus,disebabkan oleh bakteri yang ada di tanah, debu, dan kotoran. Bakteri tersebut masuk ke tubuh melalui luka di kulit atau dari tusukan benda yang mengandung bakteri tersebut. Setelah itu bakteri akan menghasilkan racun yang berdampak pada kontraksi otot.
  9. Salmonellosis, seseorang yang terinfeksi bakteri salmonella biasanya mengalami kram perut, muntah, demam, dan diare.
  10. Shigellosis,penyebabnya adalah bakteri shigella. Bakteri ini menyebabkan diare terutama pada anak-anak.
  11. Penyakit yang disebabkan oleh virus
  12. Sama ganasnya dengan infeksi parasit dan bakteri, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus juga akan menjadi pelengkap derita orang-orang yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan. Apa saja penyakit-penyakitnya?
  13. Hepatitis A, menyerang organ hati manusia. Penyakit ini dapat menyebar melalui makanan, minuman, atau air yang terkontaminasi kotoran yang telah terinfeksi virus.
  14. Gastroenteritis, yaitu peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan disertai gangguan pada lambung dan usus halus. Peradangan ini menyebabkan terjadinya sakit perut, diare, dan muntah.
  15. Dari penjelasan di atas, kebiasaan buang sampah sembarangan terbukti hanya akan merugikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Agar tidak sampai terjangkiti berbagai penyakit yang sudah disebutkan, mulai saat ini biasakanlah membuang sampah pada tempatnya, kemudian segera pindahkan sampah-sampah tersebut ke tempat semestinya

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan